• CATATANKU

  • Arsip

  • Meta

  • Masukkan alamat email anda, untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

  • Iklan

Study Kasus Penghitungan Tirus

Diketahui suatu benda berbentuk tirus, dengan panjang total benda kerja 175 mm. Dimensi dari benda tersebut adalah sebagai berikut :

1. Perhitungan dengan pergeseran eretan atas :

Diketahui : D (diameter besar tirus) = 80 mm; d (diameter kecil tirus) = 60 mm; L (panjang tirus) = 120 mm
Ditanyakan : besarnya sudut pergeseran eretan atas (α/2) ?

Jawab :

tg (α/2) = (D-d) /2L
tg (α/2) = (80-60) /(2×120)
tg (α/2) = 20 /240
tg (α/2) =0,0833
(α/2) =4,7636° = 4° 45′ 49,11″

Jadi besar sudut pergeseran eretan atas adalah 4° 45′ 49,11″

Kesimpulan : tirus diatas bila dikerjakan dengan menggunakan tirus pergeseran eretan atas, MAMPU/TIDAK-nya tergantung dari panjang pergeseran maksimal eretan atas suatu mesin bubut .

2. Perhitungan dengan pergeseran kepala lepas :

Diketahui :

D (diameter besar tirus) = 80 mm; d (diameter kecil tirus) = 60 mm; l (panjang tirus) = 120 mm
L (panjang total benda kerja) = 175 mm
Ditanyakan : besarnya pergeseran eretan atas (x) ?

Jawab :

x = (L /l) ×((D-d)/2)
x = (175 /120) ×((80-60)/2)
x =  (175/120) × (20/2) = 14,5833 mm;  Dan X maksimal yang diijinkan = 3/100 x L = 3/100 x 175 = 5,25 mm. Sedangkan hasil perhitungan adalah 14,5833 (x > x maks)
Kesimpulan : tirus diatas TIDAK BISA dikerjakan dengan menggunakan tirus pergeseran kepala lepas.

3. Perhitungan dengan Taper Attachment :

Diketahui : D (diameter besar tirus) = 80 mm; d (diameter kecil tirus) = 60 mm; P (panjang tirus) = 120 mm
Ditanyakan : besarnya sudut Taper Attachment (α) ?

Jawab :

tg α = (D-d) /2P
tg α = (80-60) /(2×120)
tg α = 20 /240
tg α = 0,0833
α =4,7636° = 4° 45′ 49,11″

Jadi besarnya sudut Taper Attachment adalah 4° 45′ 49,11″.
Kesimpulan : tirus diatas BISA dikerjakan dengan menggunakan tirus Taper Attachment, karena besar sudut maksimal dari taper attachment adalah ± 5 derajat.
Iklan

6 Tanggapan

  1. besar sudut eretan atas 4° ngitungnya gimana min? disitu gk jelas

    • karena tg (α/2) = 0,0833333. Maka anti tg atau Tan-1 adalah 4,7636 derajat (kalau dikalkulator tinggal tekan shift+tg). jadi hasilnya untuk (α/2) = 4,7636˚. Semoga menjadi lebih jelas. terimakasih.

  2. Knapa selalu dibagi 2

    • Mengapa selalu dibagi 2 ? : Menghitung kemiringan atau tirus, bila menggunakan tangen (tan), maka perhitungannya adalah panjang yang berhadapan dibagi penyiku (L)… maka untuk mencari panjang dihadapannya adalah ((D/2)-(d/2)) atau (R – r) (karena benda tersebut bulat/berdiameter). Maka rumusnya untuk menghitung kemiringan (tan) menjadi ((D/2)-(d/2))/L = (D-d) x 1/2 : L = (D-d) x 1/2 x 1/L = (D-d)/2L. Kalau menginginkan tidak dibagi 2, bisa menggunakan radius, maka rumus untuk menghitung kemiringan (tan) adalah (R-r)/L. Semoga bermanfaat

  3. mau tanya ni gan dri mana dapat hasil seperti ini 4° 45′ 49,11″

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: