• CATATANKU

  • Arsip

  • Meta

  • Masukkan alamat email anda, untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Dasar Pemrograman TU 3A

Program merupakan suatu kumpulan data yang dibuat dan didesain dengan suatu bahasa yang dapat dipahami dan dijalankan oleh mesin. Bila ditinjau dari penentuan referensi titik koordinat, CNC Training Unit 3 Axis dapat  ditinjau dalam 2 sistem dasar,  yaitu sistem pemrograman absolute/coordinat cartesian absolute dan sistem pemrograman incremental/coordinat cartesian relative.

A. Pemrograman Absolute / Coordinat Cartesian Absolute.

Tinjauan titik nol benda kerja terhadap posisi awal cutter /work part zero point diinputkan pada blok 00 dengan menuliskan fungsi kode G92 (pencatatan dan penetapan posisi awal pahat terhadap titik  work part zero point  dengan format program : N . . . / G92/ x± . . . / y ± . . . . / z ± . .  ). Nilai dari sumbu x, y dan z selalu ditinjau dari titik work part zero point (WO).

B. Pemrograman Incremental  / Coordinat Cartesian Relative.

Tinjauan penentuan titik awal yang adalah posisi awal dari cutter terhadap sisi permukaan dari benda kerja. Ketika dihidupkan mesin Training Unit 3A telah memposisikan diri pada program incremental, maka format program :  N . . . / G00/ x± . . . / y ± . . . . / z ± . . .). Pada jenis pemrograman ini, setiap langkah akhir gerakan dari cutter, menjadi titik awal gerakan cutter berikutnya (parameter sumbu x, y dan z selalu berantai).

Skema aplikasi pengukuran absolut, incremental dan campuran

Pemahaman Pemrograman Absolut dan Incremental

Perhatikanlah posisi benda kerja yang dilalui oleh ketiga sumbu yaitu X, Y dan Z, bila dilihat dari posisi 3 dimensi : arah sumbu X memanjang terhadap benda kerja, arah sumbu Y melintang terhadap benda kerja dan arah sumbu Z vertikal terhadap benda kerja. Bila kita lihat posisi benda kerja dari posisi atas benda kerja searah sumbu Z, maka kedudukan sumbu akan menjadi : sumbu X arah horisontal dan sumbu Y arah vertikal.

Posisi kedudukan sumbu terhadap benda kerja

Bila kita lihat gambar diatas, maka posisi persumbuan adalah persumbuan koordinat kartesian. Perhatikan Gambar dibawah ini :

Posisi kedudukan dalam pembacaan koordinat

Berikut cara perhitungan dengan menggunakan sistem koordinat kartesian absolut, pembacaan setiap titik pada koordinat ini selalu ditinjau dari titik nol referensi.

Posisi titik-titik pada pembacaan koordinat absolut

Perhitungan dengan koordinat kartesian absolut

 Pada perhitungan kartesian relative/ incremental, pembacaan selalu ditinjau dari titik akhir dimana posisi alat potong tersebut berhenti, dengan kata lain koordinat incremental pembacaan posisi titiknya adalah titik akhir dijadikan titik awal untuk langkah berikutnya.

Posisi titik-titik pada pembacaan koordinat incremental

Perhitungan dengan koordinat kartesian incremental

PEMROGRAMAN DENGAN MESIN CNC TU 3A

Pada Pemrograman untuk pengerjaan suatu obyek benda, tidaklah mutlak langkah yang digunakan sesuai dengan contoh letak titik-titik aucan yang dimana titik tersebut akan dilalui oleh gerakan  alat potong atau pisau. Pada dasarnya, pemrograman dibuat dan direncanakan untuk menghemat jumlah blok, menghemat waktu pengerjaan dan tidak membuat gerakan-gerakan alat potong yang sia-sia. Maka program yang dirasa tepat adalah program yang dibuat dengan mengacu pada prinsip : lebih efektif dan efisien didalam sistem kerjanya. Maka, bisa jadi kalau suatu benda kerja yang akan dibuat dengan bentuk fisik yang sama, mempunyai cara pemrograman yang berbeda dan jumlah blok yang berbeda pula.

Dibawah ini merupakan suatu contoh pemrograman pengerjaan benda kerja dengan menggunakan mesin Training Unit 3 Axis.

 A.    Pemrograman Alur Tepi

Pada pemrograman alur tepi, cutter yang digunakan adalah End Mill cutter 2 flute berdiameter 10 mm, material benda kerja yang digunakan adalah alumunium. Dalamnya penyayatan untuk alur tepi adalah 1 mm.

Skema pandangan samping alat potong terhadap benda kerja (Alur tepi)

Skema pandangan atas alat potong terhadap benda kerja (Alur tepi)

Pemrograman absolute Alur Tepi

Pemrograman incremental Alur Tepi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: